Depresi dan Hubungannya Dengan Penyakit Lupus

By | July 22, 2017

Depresi dan Penyakit Lupus – Benarkah jika penyakit lupus rentan membuat penderitanya mengalami depresi dan serangan panik?

Nah, bagi yang belum tahu, yuk! Kita sama-sama cari tahu dalam artikel ini. Semoga bisa bermanfaat, ya.

Depresi dan Hubungannya Dengan Penyakit Lupus

Lupus sendiri adalah penyakit autoimune kronis yang cukup berbahaya. Di Indonesia, penderita penyakit lupus tidak sebanyak penyakit lainnya, alias masih terbilang jarang. Meskipun begitu, kita semua tetap harus waspada dengan serangan penyakit lupus ini.

Depresi dan Hubungannya Dengan Penyakit Lupus

Wanita yang masih berusia produktif (antara 20 sampai 40 tahun) memiliki risiko yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan pria. Menurut sebuah penelitian, ini karena wanita memiliki hormon estrogen yang lebih banyak. Lebih lanjut, hubungan hormon estrogen dengan risiko menderita penyakit lupus masih dalam pengkajian.

Penyakit lupus juga termasuk penyakit autoimune kronis yang bisa berlangsung lama, bahkan sampai bertahun-tahun. Terlebih lagi, penyakit ini dapat berimbas pada kesehatan tubuh lainnya, termasuk kerusakan pada bagian tubuh lainnya, mulai dari persendian sampai dengan organ di dalam tubuh (hati, ginjal, dll).

Maka dari itu, tidak heran apabila banyak penderita lupus yang mengalami stres sampai dengan depresi. Salah satunya adalah penyanyi Hollywood Selena Gomes.

Mengutip dari laman Womenshealthmag, Selena mengatakan, bahwa dirinya menemukan kecemasan, serangan panik, dan depresi sebagai efek samping dari penyakit lupus yang di deritanya. Selena juga menambahkan, bahwa cara terbaik untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan beristirahat.

Selain istirahat dengan cukup, berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi stres dan depresi akibat menderita penyakit lupus

Cara Mengatasi Depresi Akibat Menderita Lupus

Pertama, pastikan Anda mencari tahu lebih banyak lagi informasi mengenai penyakit lupus yang Anda derita. Dengan Anda mengetahui perjalanan penyakit lupus dari awal terinfeksi dapat membantu Anda menyikapi permasalahan yang ada dengan bijaksana.

Tips berikutnya, kelola stres. Mencari pengalihan. Dari pada Anda terus memikirkan hal-hal negatif yang belum tentu akan terjadi akibat penyakit lupus, ada baiknya Anda mengalihkan pikiran Anda kepada hal-hal yang positif. Untuk menghilangkan stres tersebut Anda bisa melakukan beberapa aktivitas, misalnya:

  • Berkebun
  • Menghirup udara pagi yang masih segar
  • Melihat pohon-pohon yang hijau
  • Jalan-jalan pagi di taman
  • Berenang, atau bahkan
  • Melakukan hobi yang Anda sukai.

Ketiga, menjalankan gaya hidup sehat. Ketimbang konsumsi makanan berlemak atau junk food di gerai fast food yang semakin bertebaran, lebih baik Anda konsumsi makanan sehat, seperti memperbanyak konsumsi buah dan sayur. Apalagi, junk food ini termasuk pantangan makanan penderita lupus.

Cara mengatasi depresi akibat menderita penyakit lupus lainnya meliputi:

  • Olahraga
  • Yoga
  • Relaksasi
  • Bertawakal dan mencoba menerima keadaan.

Selain itu, Anda juga tetap harus mengupayakan melakukan pengobatan lupus. Dengan pengobatan yang tepat, penyakit lupus yang Anda derita dapat di atasi dan mencegah kondisi yang lebih buruk.

Demikian informasi mengenai “Depresi dan Hubungannya Dengan Penyakit Lupus” yang bisa saya share di sini. Kami mohon maaf apabila masih banyak kekurangannya.

Salam Sehat

Depresi dan Hubungannya Dengan Penyakit Lupus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *